Hari Selasa lalu, tanggal 8 Mei 2012, Anies Baswedan, pendiri yayasan Indonesia Mengajar mengadakan roadshow di kampus tercinta kita, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada pukul 13.00 bertempat di gedung Fachrudin B lantai 5.
Sejujurnya, saya iseng mengikuti seminar Indonesia Mengajar karena diajak oleh teman. Alasan klasik saya kala itu adalah bolos mata kuliah (biasa) dan ingin mendapatkan sertifikat plus snack :D. Sejujurnya juga, itu adalah pertama kalinya saya mengikuti seminar sepanjan hampir satu tahu saya kuliah di kampus ini. Bukan karena malas, akan tetapi karena saya tidak mempunyai waktu luang yang banyak lagi selain kuliah sembari bekerja part time.
Lumayanlah, mendapatkan sebuah buku catatan kecil, pulpen, dan snack. Begitu memasuki ruangan yang sudah cukup padat, akhirnya, saya dan 4 orang teman saya mendapatkan tempat duduk di paling belakang. Mengecewakan memang, karena harapan saya, saya bisa mendapatkan tempat duduk di yang terdepan, saking antusiasnya saya mengikuti seminar tersebut yang kebetulan sesuai dengan subject yang saya ambil sekarang ini, Pendidikan Bahasa Inggris, (calon guru nih, amin :p)
Seperti biasa, Indonesia, segala sesuatu kegiatan, pasti ngaret dan tidak on-time dari waktu yang sudah dijadwal. Entah karena si narasumber begitu sibuk, masalah transportasi, atau narasumber memang suka ngaret (rasanya tidak mungkin ya). Untungnya, ada penyanyi cantik dan ganteng yang saya perkirakan, mereka juga mahasiswa UMY. Sayangnya saya lupa lagu apa yang mereka nyanyikan :s *pikunan*
Kira-kira jam 2-an pak Anies datang. Tidak lupa, sebelum acara dimulai, beberapa pembukaan dari ketua panitia, ketua BEM, perwakilan rektor UMY, dan segala sambutan-sambutan tetek bengek lainnya. Kemudian acara pembukaan juga dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Sejujurnya, sudah hampir 3 tahun saya tidak menyanyikan lagu tersebut, terakhir kali ketika saya duduk di SMA dan saya lulus SMA tahun 2009. Ada perasaan 'rindu' di dalam relung hati saya akan lagu ini, apalagi ditambah dengan setting dan suasana seminar dalam rangka mencerdaskan bangsa seperti ini. Rasanya, rasa nasionalisme saya semakin bertambah :')
Kemudian, pak Anies Baswedan membuka seminar. Beliau menjelaskan beberapa masalah pendidikan di Indonesia.
Rabu, 16 Mei 2012
Selasa, 08 Mei 2012
Kartini dan Emansipasi Wanita
Sejauh yang saya tahu, Kartini adalah seorang pahlawan emansipasi wanita di Indonesia. Kisah perjuangan hidupnya pada akhirnya menjadi tonggak lahirnya era emansipasi wanita seperti sekarang ini. Wanita dapat bersekolah, mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, bekerja, berkarier di luar rumah, bahkan menjadi pemimpin negara tercinta ini.

Akan tetapi, bagaimana sih sejarah beliau, bagaimana dan upaya apa saja yang beliau lakukan untuk negeri ini? Mengapa dan apa alasan beliau bersikeras bahwa kedudukan wanita dan pria patut untuk disejajarkan? Rasanya terlalu banyak pertanyaan di dalam kepala saya, sehingga menggugah saya untuk segera browsing semua tentang Kartini. Hmmmm so amazing stories, isn't it? Sosok perempuan yang sukses membuat saya sangat envy dan ingin menjadi seperti beliau.
Oke singkat cerita (kalau mau tahu yang lebih panjang, silahkan cek di wikipedia)
Kartini adalah seorang anak priyayi, keturunan bangsawan jawa, putri dari Bupati Jepara. Kartini adalah seorang anak dari keluarga broken home karena ayahnya berpoligami. Kala itu Kartini bisa mengenyam pendidikan hingga umur 12 tahun, karena menurut adatnya, seorang gadis di usia 12 tahun sudah bisa dipingit dan tidak diperbolehkan keluar/beraktifitas di luar rumah.Kartini sangat mahir dalam berbahasa Belanda dan ia mempunyai seorang sahabat pena yang merupakan orang Belanda, yaitu Rosa Abendanon. Kartini banyak membaca buku-buku, majalah, dan koran-koran berbahasa Belanda yang membuka matanya akan dunia yang luas, terutama dunia Eropa.
Kartini begitu kagum akan pemikiran-pemikiran maju para wanita eropa dan hatinya tergugah untuk memajukan kehidupan perempuan pribumi khususnya wanita jawa yang berada pada status sosial yang begitu rendah. Kartini banyak berkirim surat kepada sahabat penanya, mengungkapkan kegelisahan dan kegundahan hatinya akan kekangan-kekangan adat istiadat jawa yang begitu membatasi ruang gerak wanita. Karena, kala itu tugas wanita hanyalah sebagai ibu, mengurus anak dan dapur. Selain itu, takdir wanita jawa hanyalah dipingit, dijodohkan oleh orang tua, dan harus bersedia dimadu, tidak bisa berkarya, berpendapat, bahkan belajar dan tidak boleh lebih pintar dari suaminya. Dia juga mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan poligami, dengan adat jawa yang menjadikan hukum Islam tentang poligami sebagai senjata kuat untuk beristri semaunya. Dari beberapa surat-suratnya yang dikirimkan kepada majalah wanita Belanda,De Hollandsche Lelie, dia banyak menaruh perhatian agar wanita memperoleh kebebasan dalam berkarya, berotonomi, dan persamaan hukum yang lebih luas. Namun, kedekatan Kartini dengan wanita-wanita eropa tersebut memberikan ruang kepada mereka dalam melaksanankan kristenisasi terhadap Kartini.
Akibat kejadian tersebutlah, berdasarkan surat-surat terakhir Kartini sebelum ia wafat, banyak mengulang kalimat 'Door Duisternis Tot Licht' yang sekarang kita kenal dengan kalimat 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Kartini menuliskan kata=kata tersebut setelah terinspirasi dari potongan ayat Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 257, yang berbunyi minadz-dzulumati ilannur yang artinya 'dari gelap menuju cahaya'. Kartini yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar, mendapatkan ilmu tersebut dari hasil bergurunya pada Kyai Sholeh Darat yang berasal dari Semarang. Beliau banyak belajar Al Qur'an beserta terjemahannnya, karena belaiau merasa canggung jika belajar Al Qur'an, menghafalkannya tanpa mengetahui arti dan maknanya.
Hal inilah yang kemudian menjadi titik balik perubahan hidup Kartini yang semula gelap (mencintai budaya kebarat-baratan) dan menganggap agama adalah penyebab keterbatasannya dalam bergerak dan berkarya, kemudian menjadi terang setelah mempelajari dan mendalami Al Qur'an secara mendalam.
Mengutip surat Kartini di hari-hari terkahir masa penceraannya, “Sudah lewat masanya. Tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sendiri mulia? …” surat Kartini pada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902.
Emansipasi Wanita yang Salah Kaprah
Teman-teman yang saya cintai, dari sejarah singkat yang saya jelaskan di atas, kita bisa melihat dan mengerti bahwa Kartini banyak mengalami peristiwa-peristiwa hebat di dalam hidupnya. Perjalanan kedewasaan dan menuju jati diri beliau banyak memberikan pandangan-pandangan baru tentang kecintaannya terhadap agamanya.
Emansipasi wanita yang masyarakat Indonesia tahu pada umumnya adalah beliau perjuangkan sebelumnya adalah kesetaraan yang sama antara wanita dan pria dalam semua hal. Padahal, menurut kutipan surat beliau kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902, mematahkan pendapat secara umum tentang emansipasi wanita. “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi, karena kami yakin pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”
Dari surat tersebut, bisa kita pahami bahwa, Kartini memperjuangkan pendidikan bagi wanita. Pendidikan bagi wanita merupakan hal yang sangat penting agar para wanita bisa melakukan tugas-tugasnya sebagai istri, ibu, secara cerdas, sehingga bisa melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas dalam rangka memajukan bangsa ini. Bukan emansipasi yang menuntut agar wanita bisa menyaingi lelaki dan menyalahi kodrat sebagai wanita seperti juga yang sudah diatur oleh agama. Bukan emansipasi yang 'kebablasan' bagi wanita.
So, teman-teman, berdasarkan hal tersebut di atas, semoga kita semua benar-benar memahami dan melaksanakan emansipasi wanita dengan sebaik-baiknya. Terima Kasih :)
Akan tetapi, bagaimana sih sejarah beliau, bagaimana dan upaya apa saja yang beliau lakukan untuk negeri ini? Mengapa dan apa alasan beliau bersikeras bahwa kedudukan wanita dan pria patut untuk disejajarkan? Rasanya terlalu banyak pertanyaan di dalam kepala saya, sehingga menggugah saya untuk segera browsing semua tentang Kartini. Hmmmm so amazing stories, isn't it? Sosok perempuan yang sukses membuat saya sangat envy dan ingin menjadi seperti beliau.
Oke singkat cerita (kalau mau tahu yang lebih panjang, silahkan cek di wikipedia)
Kartini adalah seorang anak priyayi, keturunan bangsawan jawa, putri dari Bupati Jepara. Kartini adalah seorang anak dari keluarga broken home karena ayahnya berpoligami. Kala itu Kartini bisa mengenyam pendidikan hingga umur 12 tahun, karena menurut adatnya, seorang gadis di usia 12 tahun sudah bisa dipingit dan tidak diperbolehkan keluar/beraktifitas di luar rumah.Kartini sangat mahir dalam berbahasa Belanda dan ia mempunyai seorang sahabat pena yang merupakan orang Belanda, yaitu Rosa Abendanon. Kartini banyak membaca buku-buku, majalah, dan koran-koran berbahasa Belanda yang membuka matanya akan dunia yang luas, terutama dunia Eropa.
Kartini begitu kagum akan pemikiran-pemikiran maju para wanita eropa dan hatinya tergugah untuk memajukan kehidupan perempuan pribumi khususnya wanita jawa yang berada pada status sosial yang begitu rendah. Kartini banyak berkirim surat kepada sahabat penanya, mengungkapkan kegelisahan dan kegundahan hatinya akan kekangan-kekangan adat istiadat jawa yang begitu membatasi ruang gerak wanita. Karena, kala itu tugas wanita hanyalah sebagai ibu, mengurus anak dan dapur. Selain itu, takdir wanita jawa hanyalah dipingit, dijodohkan oleh orang tua, dan harus bersedia dimadu, tidak bisa berkarya, berpendapat, bahkan belajar dan tidak boleh lebih pintar dari suaminya. Dia juga mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan poligami, dengan adat jawa yang menjadikan hukum Islam tentang poligami sebagai senjata kuat untuk beristri semaunya. Dari beberapa surat-suratnya yang dikirimkan kepada majalah wanita Belanda,De Hollandsche Lelie, dia banyak menaruh perhatian agar wanita memperoleh kebebasan dalam berkarya, berotonomi, dan persamaan hukum yang lebih luas. Namun, kedekatan Kartini dengan wanita-wanita eropa tersebut memberikan ruang kepada mereka dalam melaksanankan kristenisasi terhadap Kartini.
Akibat kejadian tersebutlah, berdasarkan surat-surat terakhir Kartini sebelum ia wafat, banyak mengulang kalimat 'Door Duisternis Tot Licht' yang sekarang kita kenal dengan kalimat 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Kartini menuliskan kata=kata tersebut setelah terinspirasi dari potongan ayat Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 257, yang berbunyi minadz-dzulumati ilannur yang artinya 'dari gelap menuju cahaya'. Kartini yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar, mendapatkan ilmu tersebut dari hasil bergurunya pada Kyai Sholeh Darat yang berasal dari Semarang. Beliau banyak belajar Al Qur'an beserta terjemahannnya, karena belaiau merasa canggung jika belajar Al Qur'an, menghafalkannya tanpa mengetahui arti dan maknanya.
Hal inilah yang kemudian menjadi titik balik perubahan hidup Kartini yang semula gelap (mencintai budaya kebarat-baratan) dan menganggap agama adalah penyebab keterbatasannya dalam bergerak dan berkarya, kemudian menjadi terang setelah mempelajari dan mendalami Al Qur'an secara mendalam.
Mengutip surat Kartini di hari-hari terkahir masa penceraannya, “Sudah lewat masanya. Tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sendiri mulia? …” surat Kartini pada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902.
Emansipasi Wanita yang Salah Kaprah
Teman-teman yang saya cintai, dari sejarah singkat yang saya jelaskan di atas, kita bisa melihat dan mengerti bahwa Kartini banyak mengalami peristiwa-peristiwa hebat di dalam hidupnya. Perjalanan kedewasaan dan menuju jati diri beliau banyak memberikan pandangan-pandangan baru tentang kecintaannya terhadap agamanya.
Emansipasi wanita yang masyarakat Indonesia tahu pada umumnya adalah beliau perjuangkan sebelumnya adalah kesetaraan yang sama antara wanita dan pria dalam semua hal. Padahal, menurut kutipan surat beliau kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902, mematahkan pendapat secara umum tentang emansipasi wanita. “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi, karena kami yakin pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”
Dari surat tersebut, bisa kita pahami bahwa, Kartini memperjuangkan pendidikan bagi wanita. Pendidikan bagi wanita merupakan hal yang sangat penting agar para wanita bisa melakukan tugas-tugasnya sebagai istri, ibu, secara cerdas, sehingga bisa melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas dalam rangka memajukan bangsa ini. Bukan emansipasi yang menuntut agar wanita bisa menyaingi lelaki dan menyalahi kodrat sebagai wanita seperti juga yang sudah diatur oleh agama. Bukan emansipasi yang 'kebablasan' bagi wanita.
So, teman-teman, berdasarkan hal tersebut di atas, semoga kita semua benar-benar memahami dan melaksanakan emansipasi wanita dengan sebaik-baiknya. Terima Kasih :)
Minggu, 06 Mei 2012
Konser Secondhand Serenade di Sportorium UMY
Tadi malam kampus kita tercinta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kedatangan band yang sangat terkenal, Secondhand Serenade. Mereka mengadakan small concert, begitu saya bilang, di Sportorium UMY. Apa sih Sportorium itu? Sportorium adalah semacam gedung pertemuan, yah semacam gedung pertunjukkan yang bentuknya menyerupai keong. Saya mendengar kabar mereka akan bermain di kampus kita tercinta ini ketika saya berada di Bojonegoro, sekitar seminggu sebelum hari H. Menyesakkan, mengagetkan, percaya dan gak percaya karena beberapa teman kampus masih banyak yang belum mengetahui soal kabar ini. Selain itu sangat mendadak, saya merasa sedih, hina, galau, kacau, dan berbagai macam perasaan negatif lainnya *lebay* karena saya mengetahui kabar ini begitu telat dan tidak sempat menabung (maklumlah bukan orang berada) Sayang sekali, waktu promosi mereka kurang lama dan kurang dari jauh-jauh hari. Bisa dimaklumi memang, karena kapasitas gedungnya sendiri juga tebatas.
Sudah hampir 5 tahun saya ngefans sama Secondhand Serenade. Lagu mereka yang pertama kali saya dengar adalah Vulnerable. Kemudian Your Call dan Fall For You. Meskipun sempat ada beberapa band lain yang saya sukai seperti Avenged Sevenfold, Paramore, Boys Like Girls, dll tetapi mereka adalah band luar pertama yang membuat saya mulai jatuh cinta pada musik-musik luar negeri terutama lagu-lagu berbahasa Inggris. Pada waktu itu saya duduk di kelas 1 SMA dan itulah awal mula saya menyukai lagu-lagu mancanegara, dari lagu-lagu Secondhand Serenade tersebut. Selain lagunya yang sangat enak didengar, liriknya juga mudah dihafalkan dan dipahami. Tentunya, romantis-romantis juga lagunya (maklum, pada kala itu saya masih anak ababil, abege labil, yang sedang puber :p). Menyedihkan buat saya adalah ketika I can't join their party, saya tidak bisa melihat aksi mereka secara langsung di panggung, padahal mereka konser di kampus kita tercinta ini, dan HTM nya terbilang cukup murah, 250 ribu saja. Apa daya, maklum, anak kos-an, angka segitu lumayan besar dan sudah bisa untuk makan 2 minggu :p
Rasa penasaran saya semakin membesar, menggerakkan tangan saya untuk browsing, mencari berbagai informasi tentang pelaksanaan konser Secondhand Serenade tadi malam. Juga mewawancarai (paksa) teman saya, bernama kak Ria (@purnamasaria on twitter), mahasiswi UPN yang sangat beruntung *envy* bisa melihat aksi mereka langsung dari Festival A.
Sebelumnya saya mau pamer dulu soal venue dan poster mereka nih:D
[caption id="attachment_50" align="aligncenter" width="636" caption="Venue dan HTM"]
[/caption]
Menurut info dari kak Ria, lagu pertama yang mereka bawakan adalah Your Call, kemudian Awake, dan lagu-lagu lainnya. Ada sekitar 20 lagu yang mereka bawakan malam tadi. Dimulai sekitar jam 08.30 pm sampai 10.30 pm. Berikut adalah beberapa foto kak Ria yang saya ambil (paksa juga) *justkidd dari beliau. Maaf kalo low quality, karena cuma dari kamera handphone biasa. Yang setidaknya bisa mengurangi rasa penasaran kalian tentang bagaimana sih keadaan tadi malam :D
[caption id="attachment_51" align="aligncenter" width="600" caption="tatanan panggung di Sportorium"]
[/caption]
[caption id="attachment_52" align="aligncenter" width="600" caption="Mas John lagi akustikan"]
[/caption]
[caption id="attachment_54" align="aligncenter" width="600" caption="Secondhand Serenade"]
[/caption]
[caption id="attachment_55" align="aligncenter" width="600" caption="the last, they said Good Bye Jogjaaaa :("]
[/caption]
Sudah hampir 5 tahun saya ngefans sama Secondhand Serenade. Lagu mereka yang pertama kali saya dengar adalah Vulnerable. Kemudian Your Call dan Fall For You. Meskipun sempat ada beberapa band lain yang saya sukai seperti Avenged Sevenfold, Paramore, Boys Like Girls, dll tetapi mereka adalah band luar pertama yang membuat saya mulai jatuh cinta pada musik-musik luar negeri terutama lagu-lagu berbahasa Inggris. Pada waktu itu saya duduk di kelas 1 SMA dan itulah awal mula saya menyukai lagu-lagu mancanegara, dari lagu-lagu Secondhand Serenade tersebut. Selain lagunya yang sangat enak didengar, liriknya juga mudah dihafalkan dan dipahami. Tentunya, romantis-romantis juga lagunya (maklum, pada kala itu saya masih anak ababil, abege labil, yang sedang puber :p). Menyedihkan buat saya adalah ketika I can't join their party, saya tidak bisa melihat aksi mereka secara langsung di panggung, padahal mereka konser di kampus kita tercinta ini, dan HTM nya terbilang cukup murah, 250 ribu saja. Apa daya, maklum, anak kos-an, angka segitu lumayan besar dan sudah bisa untuk makan 2 minggu :p
Rasa penasaran saya semakin membesar, menggerakkan tangan saya untuk browsing, mencari berbagai informasi tentang pelaksanaan konser Secondhand Serenade tadi malam. Juga mewawancarai (paksa) teman saya, bernama kak Ria (@purnamasaria on twitter), mahasiswi UPN yang sangat beruntung *envy* bisa melihat aksi mereka langsung dari Festival A.
Sebelumnya saya mau pamer dulu soal venue dan poster mereka nih:D
[caption id="attachment_50" align="aligncenter" width="636" caption="Venue dan HTM"]
Menurut info dari kak Ria, lagu pertama yang mereka bawakan adalah Your Call, kemudian Awake, dan lagu-lagu lainnya. Ada sekitar 20 lagu yang mereka bawakan malam tadi. Dimulai sekitar jam 08.30 pm sampai 10.30 pm. Berikut adalah beberapa foto kak Ria yang saya ambil (paksa juga) *justkidd dari beliau. Maaf kalo low quality, karena cuma dari kamera handphone biasa. Yang setidaknya bisa mengurangi rasa penasaran kalian tentang bagaimana sih keadaan tadi malam :D
[caption id="attachment_51" align="aligncenter" width="600" caption="tatanan panggung di Sportorium"]
[caption id="attachment_52" align="aligncenter" width="600" caption="Mas John lagi akustikan"]
[caption id="attachment_54" align="aligncenter" width="600" caption="Secondhand Serenade"]
[caption id="attachment_55" align="aligncenter" width="600" caption="the last, they said Good Bye Jogjaaaa :("]
Sabtu, 05 Mei 2012
Website PIMNAS UMY 2012
Sebenarnya saya bingung mau menulis apa hari ini karena saya terbiasa menunggu 'wangsit' terlebih dahulu baru bisa menggerakkan jari-jemari di atas keyboard. Kemudian, iseng saya pun membuka laptop dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang PIMNAS ke-25 tahun ini.
Terhitung, sudah lebih dari 10 kali saya membuka website PIMNAS 2012. Sejujurnya, itu begitu mengecewakan karena saya baru melihat dua postingan saja. Satu postingan awal merupakan semacam kata sambutan atas terselenggaranya PIMNAS 2012 di kampus tercinta UMY ini. Postingan kedua adalah postingan yang menurut saya out of the theme dari website PIMNAS tersebut. Website PIMNAS 2012 yang diharapkan menjadi media dan sarana dalam mengakses informasi tentang pelaksanaan PIMNAS UMY 2012 ternyata masih jauh dari kata standar. Padahal, website merupakan cara yang ampuh dan cepat dalam mensukseskan event PIMNAS 2012 ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa perkembangan internet sangat pesat dan canggih dimana informasi apapun dapat kita akses di mana saja, kapan saja, dan oleh siapapun di dunia ini.
[caption id="attachment_47" align="aligncenter" width="594" caption="Baru terdapat 2 postingan"]
[/caption]
Kemudian saya menjadi penasaran dan mencoba googling website-website PIMNAS terdahulu, apakah lebih baik atau lebih bagus dari website PIMNAS 2012 ini. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencari website PIMNAS 2010 ini. Informasi yang berhubungan dengan penyelenggaraan PIMNAS begitu lengkap di sini. Tampilan dan tema website juga sangat menarik, membuat visitor betah untuk berkunjung bahkan membaca semua postingan-postingannya sampai habis.
Ijinkan saya membahas website PIMNAS 2010 tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada admin website pimnas 2012. Sebagai seorang pengunjung website yang sedang mencari informasi selengkap-lengkapnya mengenai PIMNAS, website PIMNAS 2010 sangat lebih dari standar sebagai website resmi event PIMNAS 2010. Berbagai macam informasi bisa saya dapatkan di sana, mulai dari sejarah dan tujuan kegiatan PIMNAS yang selalu diadakan setiap tahun. Selain itu, saya juga bisa mengakses info tentang tema-tema apa saja yang diperlombakan, kegiatan apa saja yang akan berlangsung di PIMNAS, serta langkah-langkah mengikuti PIMNAS. Hal yang paling menguntungkan bagi universitas yang kedapatan menjadi tempat penyelenggaraan yaitu event ini bisa menjadi sarana dan media dalam promosi tentang universitas tersebut disamping promosi tentang kebudayaan dan obyek wisata daerah dimana universitas itu berdiri. Tidak lupa, website tersebut juga dilengkapi dengan foto-foto pra-event, ketika event berlangsung hingga pasca-event. Begitu juga informasi tentang biodata hingga judul-judul proposal para peserta PIMNAS dan para pemenangnya.
Begitulah sekiranya informasi-informasi yang sangat dibutuhkan para pembaca. Diharapkan sekali, website PIMNAS 2012 benar-benar bisa menjalankan fungsinya semaksimal mungkin dalam mengsukseskan PIMNAS 2012 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yaitu dalam menyediakan informasi selengkap-lengkapnya dan sebanyak-banyaknya. Selain itu juga bisa menjadi tempat dan media yang menyalurkan beberapa ide-ide kreatif dari keluarga besar kampus dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan menjaga pelaksanaan PIMNAS 2012 secara aman, tertib, dan sukses. Pastinya, suksesnya kegiatan ini juga membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, bukan hanya dari admin website nya saja, tetapi juga dari panitia, mahasiswa dan karyawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, juga masyarakat Jogja pada umumnya dalam menyambut kontingen-kontingen perwakilan daerah dari seluruh Indonesia.
Terhitung, sudah lebih dari 10 kali saya membuka website PIMNAS 2012. Sejujurnya, itu begitu mengecewakan karena saya baru melihat dua postingan saja. Satu postingan awal merupakan semacam kata sambutan atas terselenggaranya PIMNAS 2012 di kampus tercinta UMY ini. Postingan kedua adalah postingan yang menurut saya out of the theme dari website PIMNAS tersebut. Website PIMNAS 2012 yang diharapkan menjadi media dan sarana dalam mengakses informasi tentang pelaksanaan PIMNAS UMY 2012 ternyata masih jauh dari kata standar. Padahal, website merupakan cara yang ampuh dan cepat dalam mensukseskan event PIMNAS 2012 ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa perkembangan internet sangat pesat dan canggih dimana informasi apapun dapat kita akses di mana saja, kapan saja, dan oleh siapapun di dunia ini.
[caption id="attachment_47" align="aligncenter" width="594" caption="Baru terdapat 2 postingan"]
Kemudian saya menjadi penasaran dan mencoba googling website-website PIMNAS terdahulu, apakah lebih baik atau lebih bagus dari website PIMNAS 2012 ini. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencari website PIMNAS 2010 ini. Informasi yang berhubungan dengan penyelenggaraan PIMNAS begitu lengkap di sini. Tampilan dan tema website juga sangat menarik, membuat visitor betah untuk berkunjung bahkan membaca semua postingan-postingannya sampai habis.
Ijinkan saya membahas website PIMNAS 2010 tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada admin website pimnas 2012. Sebagai seorang pengunjung website yang sedang mencari informasi selengkap-lengkapnya mengenai PIMNAS, website PIMNAS 2010 sangat lebih dari standar sebagai website resmi event PIMNAS 2010. Berbagai macam informasi bisa saya dapatkan di sana, mulai dari sejarah dan tujuan kegiatan PIMNAS yang selalu diadakan setiap tahun. Selain itu, saya juga bisa mengakses info tentang tema-tema apa saja yang diperlombakan, kegiatan apa saja yang akan berlangsung di PIMNAS, serta langkah-langkah mengikuti PIMNAS. Hal yang paling menguntungkan bagi universitas yang kedapatan menjadi tempat penyelenggaraan yaitu event ini bisa menjadi sarana dan media dalam promosi tentang universitas tersebut disamping promosi tentang kebudayaan dan obyek wisata daerah dimana universitas itu berdiri. Tidak lupa, website tersebut juga dilengkapi dengan foto-foto pra-event, ketika event berlangsung hingga pasca-event. Begitu juga informasi tentang biodata hingga judul-judul proposal para peserta PIMNAS dan para pemenangnya.
Begitulah sekiranya informasi-informasi yang sangat dibutuhkan para pembaca. Diharapkan sekali, website PIMNAS 2012 benar-benar bisa menjalankan fungsinya semaksimal mungkin dalam mengsukseskan PIMNAS 2012 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yaitu dalam menyediakan informasi selengkap-lengkapnya dan sebanyak-banyaknya. Selain itu juga bisa menjadi tempat dan media yang menyalurkan beberapa ide-ide kreatif dari keluarga besar kampus dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan menjaga pelaksanaan PIMNAS 2012 secara aman, tertib, dan sukses. Pastinya, suksesnya kegiatan ini juga membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, bukan hanya dari admin website nya saja, tetapi juga dari panitia, mahasiswa dan karyawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, juga masyarakat Jogja pada umumnya dalam menyambut kontingen-kontingen perwakilan daerah dari seluruh Indonesia.
Jumat, 04 Mei 2012
PIMNAS 2012
PIMNAS, PIMNAS, PIMNAS? KENALAN YUUUUUUK..
Sejujurnya, PIMNAS adalah istilah yang asing bagi saya sebagai mahasiswa semester 2 di kampus tercinta ini. Setelah searching-searching, googling-googling, akhirnya saya menemukan arti dan maksud dari sebuah kata yang akhir-akhir ini jadi HOT ISSUE oleh teman-teman seperjuangan. Insya Allah tulisan saya berikut ini merupakan hasil input (membaca website dan blog) kemudian saya output kembali menggunakan bahasa yang bisa lebih mudah dipahami oleh teman-teman sekalian, terutama para mahasiswa tahun pertama di kampus tercinta ini. Happy reading :)
APAKAH PIMNAS ITU?
PIMNAS adalah singkatan dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional dan rencananya, PIMNAS 2012 yang akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini adalah PIMNAS yang ke-XXV. Bisa dibilang, PIMNAS adalah semacam kompetensi bergengsi dimana seluruh mahasiswa-mahasiswa dari Sabang sampai Merauke dari berbagai macam jurusan, mulai jenjang D3 hingga S1 akan unjuk gigi, memamerkan, mempertunjukkan, karya-karya kreatif terbaik mereka. Nama baik universitas dan rasa gengsi sangat dipertaruhkan dalam kegiatan ini.
APA SAJA KEGIATAN PIMNAS ITU?
Karena PIMNAS merupakan kompetisi event, maka yang diperlombakan adalah proposal kegiatan yang dibuat oleh para mahasiswa dengan topik yang sudah ditentukan oleh panitia. Kegiatan tersebut tidak diharuskan berupa penelitian ilmiah. Kemudian, mahasiswa akan dibiayai oleh DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) sesuai dengan program kegiatan yang sudah dibuat sesuai dengan proposal yang sudah diajukan. Nantinya, mereka tetap akan dimintai pertanggung jawaban berupa laporan aktivitas dan hasil yang sudah bisa dicapai beserta laporan keuangan secara detail demi menghindari terjadinya penyalahgunaan dana yang ada.
APA SAJA TOPIK PROPOSAL PIMNAS 2012?
Rencananya ada 7 bidang PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) yang akan dilombakan pada PIMNAS tahun ini. Diantaranya adalah:
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
PKM tersebut merupakan PKM yang berkonsentrasi pada sebuah penelitian, bisa merupakan penelitian sosial maupun ilmiah. Contohnya adalah (menurut saya, maaf kalau salah), "Pengaruh mitos-mitos masyarakat jawa dalam berkehidupan" atau "Dampak penggunaan air tampungan hujan bagi sistem sanitasi di daerah Bojonegoro"
PKM ini mengusung suatu program bantuan teknologi bisa berupa sistem (mesin, model, pengolahan limbah, dll) atau manajemen (pembukuan, administrasi, pemasaran) tertentu yang harus bisa membantu atau bekerja sama dengan usaha-usaha mikro kelas menengah ke bawah. Tentunya dalam menjalankan program ini harus menggandeng partner usaha yang dijalankan oleh masyarakat dan tentunya juga akan mendapatkan bantuan.
PKM yang satu ini sangat cocok bagi yang berjiwa bisnis, ambisius, tak takut rugi, dan pekerja keras. PKM ini sangat berorientasi pada profit dan komoditi yang ditawarkan oleh peserta, bisa merupaka jasa atau barang. Di dalam PKM ini, peserta merupakan penggerak utama usaha tersebut tanpa harus mencari mitra seperti pada PKM-T.
Kerja sama dengan masyarakat merupakan sesuatu yang paling ditonjolkan dalam hal ini. Dalam membantu meningkatkan kuualitas hidup masyarakat, para peserta dituntut untuk membuat menjalankan program-program kemasyarakatan. Contohnya adalah memberantas buta huruf, mengadakan berbagai macam penyuluhan-penyuluhan, dll.
PKM ini merupakan program penulisan artikel-artikel ilmiah dalam bidang pendidikan, kedokteran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat yang sebelumnya pernah dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri (misalnya KKN, studi kasus, dll). PKM yang satu ini sangat berbeda dibandingkan dengan yang lainnya, karena proposalnya hanya akan diseleksi di DIKTI dan tidak perlu mempersentasikannya di PIMNAS. Jika lolos, maka akan dipublikasikan sebagai jurnal ilmiah yang terakreditasi,
Yang membedakan PKM ini adalah, PKM ini merupakan murni gagasan tertulis. Para peserta menuangkan ide-ide yang cerdas, kritis, dan realistis terhadap isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat saat ini dan dituangkan dalam sebuah artikel. Oleh sebab itu, PKM ini adalah satu-satunya PKM yang tidak mendapatkan kucuran dana dari DIKTI karena masih tertahan pada tahap ide dan tidak masuk dalam tahap realisasi.
Inti dari PKM ini adalah 'penciptaan' yang bersumber dari ide-ide kreatif para mahasiswa yang dapat berupa model, sistem, dll.
APA SAJA TAHAPAN MENGIKUTI PIMNAS?
Universitas dengan perolehan poin medali terbanyak lah yang akan dinobatkan menjadi “Juara Umum PIMNAS”.
Bagaimana teman-teman? Apakah kalian berminat mengikuti PIMNAS tahun ini yang rencananya akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta? :)
Sejujurnya, PIMNAS adalah istilah yang asing bagi saya sebagai mahasiswa semester 2 di kampus tercinta ini. Setelah searching-searching, googling-googling, akhirnya saya menemukan arti dan maksud dari sebuah kata yang akhir-akhir ini jadi HOT ISSUE oleh teman-teman seperjuangan. Insya Allah tulisan saya berikut ini merupakan hasil input (membaca website dan blog) kemudian saya output kembali menggunakan bahasa yang bisa lebih mudah dipahami oleh teman-teman sekalian, terutama para mahasiswa tahun pertama di kampus tercinta ini. Happy reading :)
APAKAH PIMNAS ITU?
PIMNAS adalah singkatan dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional dan rencananya, PIMNAS 2012 yang akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini adalah PIMNAS yang ke-XXV. Bisa dibilang, PIMNAS adalah semacam kompetensi bergengsi dimana seluruh mahasiswa-mahasiswa dari Sabang sampai Merauke dari berbagai macam jurusan, mulai jenjang D3 hingga S1 akan unjuk gigi, memamerkan, mempertunjukkan, karya-karya kreatif terbaik mereka. Nama baik universitas dan rasa gengsi sangat dipertaruhkan dalam kegiatan ini.
APA SAJA KEGIATAN PIMNAS ITU?
Karena PIMNAS merupakan kompetisi event, maka yang diperlombakan adalah proposal kegiatan yang dibuat oleh para mahasiswa dengan topik yang sudah ditentukan oleh panitia. Kegiatan tersebut tidak diharuskan berupa penelitian ilmiah. Kemudian, mahasiswa akan dibiayai oleh DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) sesuai dengan program kegiatan yang sudah dibuat sesuai dengan proposal yang sudah diajukan. Nantinya, mereka tetap akan dimintai pertanggung jawaban berupa laporan aktivitas dan hasil yang sudah bisa dicapai beserta laporan keuangan secara detail demi menghindari terjadinya penyalahgunaan dana yang ada.
APA SAJA TOPIK PROPOSAL PIMNAS 2012?
Rencananya ada 7 bidang PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) yang akan dilombakan pada PIMNAS tahun ini. Diantaranya adalah:
- PKM-P (PKM-Penelitian)
- PKP-T (PKM-Penerapan Teknologi)
- PKM-K (PKM-Kewirausahaan)
- PKM-M (PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat)
- PKM-AI (PKM-Artikel Ilmiah)
- PKM-GT (PKM-Gagasan Tertulis)
- PKM-KC (PKM-Karsa Cipta)
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
- PKM-P (PKM-Penelitian)
PKM tersebut merupakan PKM yang berkonsentrasi pada sebuah penelitian, bisa merupakan penelitian sosial maupun ilmiah. Contohnya adalah (menurut saya, maaf kalau salah), "Pengaruh mitos-mitos masyarakat jawa dalam berkehidupan" atau "Dampak penggunaan air tampungan hujan bagi sistem sanitasi di daerah Bojonegoro"
- PKP-T (PKM-Penerapan Teknologi)
PKM ini mengusung suatu program bantuan teknologi bisa berupa sistem (mesin, model, pengolahan limbah, dll) atau manajemen (pembukuan, administrasi, pemasaran) tertentu yang harus bisa membantu atau bekerja sama dengan usaha-usaha mikro kelas menengah ke bawah. Tentunya dalam menjalankan program ini harus menggandeng partner usaha yang dijalankan oleh masyarakat dan tentunya juga akan mendapatkan bantuan.
- PKM-K (PKM-Kewirausahaan)
PKM yang satu ini sangat cocok bagi yang berjiwa bisnis, ambisius, tak takut rugi, dan pekerja keras. PKM ini sangat berorientasi pada profit dan komoditi yang ditawarkan oleh peserta, bisa merupaka jasa atau barang. Di dalam PKM ini, peserta merupakan penggerak utama usaha tersebut tanpa harus mencari mitra seperti pada PKM-T.
- PKM-M (PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat)
Kerja sama dengan masyarakat merupakan sesuatu yang paling ditonjolkan dalam hal ini. Dalam membantu meningkatkan kuualitas hidup masyarakat, para peserta dituntut untuk membuat menjalankan program-program kemasyarakatan. Contohnya adalah memberantas buta huruf, mengadakan berbagai macam penyuluhan-penyuluhan, dll.
- PKM-AI (PKM-Artikel Ilmiah)
PKM ini merupakan program penulisan artikel-artikel ilmiah dalam bidang pendidikan, kedokteran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat yang sebelumnya pernah dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri (misalnya KKN, studi kasus, dll). PKM yang satu ini sangat berbeda dibandingkan dengan yang lainnya, karena proposalnya hanya akan diseleksi di DIKTI dan tidak perlu mempersentasikannya di PIMNAS. Jika lolos, maka akan dipublikasikan sebagai jurnal ilmiah yang terakreditasi,
- PKM-GT (PKM-Gagasan Tertulis)
Yang membedakan PKM ini adalah, PKM ini merupakan murni gagasan tertulis. Para peserta menuangkan ide-ide yang cerdas, kritis, dan realistis terhadap isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat saat ini dan dituangkan dalam sebuah artikel. Oleh sebab itu, PKM ini adalah satu-satunya PKM yang tidak mendapatkan kucuran dana dari DIKTI karena masih tertahan pada tahap ide dan tidak masuk dalam tahap realisasi.
- PKM-KC (PKM-Karsa Cipta)
Inti dari PKM ini adalah 'penciptaan' yang bersumber dari ide-ide kreatif para mahasiswa yang dapat berupa model, sistem, dll.
APA SAJA TAHAPAN MENGIKUTI PIMNAS?
- Pengajuan proposal. Sesuai dengan bidang yang diminati ke DIKTI, dilengkapi dengan anggaran pelaksanaannya dan pastikan proposal yang diajukan sesuai dengan format yang tertera pada panduan. Kemudian proposal kita akan melalu tahap penyeleksian.
- Pendanaan oleh DIKTI (Kecuali PKM-GT dan PKM-AI). Setelah empat-bulan pelaksanaan kegiatan tersebut, kemudian DIKTI akan melakukan MonEv “Monitoring dan Evaluasi". Kita akan dimintai pertanggungjawaban soal penggunaan uang, apakah tepat sasaran atau tidak.
- Presentasi. Pada tahap inilah pertandingan yang sebenarnya dimulai. Yaitu, kita beradu mempresentasikan PKM dengan mahasiswa-mahasiswa dari universitas lain untuk merebut medali emas, perak, dan perunggu.
Universitas dengan perolehan poin medali terbanyak lah yang akan dinobatkan menjadi “Juara Umum PIMNAS”.
Bagaimana teman-teman? Apakah kalian berminat mengikuti PIMNAS tahun ini yang rencananya akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta? :)
Langganan:
Komentar (Atom)